Macet Jadi Momok, DPRD Tagih Komitmen Dishub

Fakta Karawang

Macet terowongan gonggo, karawang

KARAWANG – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Karawang, Deden Irwan Rosadi meminta agar Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Karawang, segera menyelesaikan masalah kemacetan yang kini menjadi momok masyarakat Karawang. Pasalnya, keluhan yang intensitasnya kian meningkat itu, kini menjadi ‘agenda’  rutin harian pengguna jalan.

“Dulu kami pernah hearing dengan pihak Dishub. Komitmenya kemacetan-kemacetan yang terjadi, terutama dilingkungan pasar akan ditinjau. Tapi ternyata sampai sekarang masih terjadi,” kata Ego saat ditemui dikantornya, Senin (1/7).

Dijelaskan Ego, salah satu penyebab terjadinya kemacetan tersebut, karena areal parkir sembarangan. Hal tersebut juga menjadi salah satu yang diminta Komisi C untuk segera ditertibkan. “Terutama mengenai penertiban parkir yang seringkali arealnya menggunakan badan jalan. Sehingga jalan jadi menyempit, sedangkan volume kendaraan meningkat. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab kemacetan,” jelasnya.

Ego menegaskan, terdapat beberapa titik rawan macet yang harus diperhatikan oleh Dishub. Seperti Tol Karawang Barat, Tol Karawang Timur, Pasar Johar, Pintu Rel Kereta Api Tuparev,  Pasar Cikampek, Pasar Kosambi dan Persimpangan Jomin. “Lokasi-lokasi itu selalu dilanda kemacetan, baik pada jam-jam tertentu maupun memang menjadi titik temu kendaraan dari berbagai arah. Yang pasti itu harus segera ditinjau ulang oleh Dishub, sehingga diketahui penyebab dan solusinya,” tegasnya.

Menurut Ego, seharusnya ada inisiatif dari pemerintah daerah (pemda) untuk membangun fly over untuk mengatasi kemacetan. Terutama di Jalan Tuparev dan Persimpangan Jomin. “Seringkali macetnya di Tuparev ini saat ada kereta yang melintas, kalau ada  fly over kan tidak perlu macet. Di persimpangan Jomin juga, fly over yang ada hanya untuk satu arah, sedangkan disana merupakan titik temu kendaraan dari tiga arah,” ujar Ego.

Diungkapkan, Ego bersama anggota Komisi C seringkali menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut kepada pihak eksekutif meski bukan dalam rapat-rapat resmi. Sebab, kemacatan memang hal yang perlu segera diselesaikan. “Sekalipun kita rapat untuk membahas yang lain, masalah kemacetan ini selalu kami sampaikan, jika pada saat rapat instansi terkait ada. Tapi meski bukan saat rapat juga kami sampaikan hal ini kepada dinas teknis,” ungkapnya.

Ditandaskan Ego, untuk melakukan pemanggilan terhadap Dishub, pihaknya belum mengagendakan hal tersebut. Namun, saat ini dengan tegas Komisi C meminta Dishub untuk melakukan peninjauan ulang pada titik-titik kemacetan. “Kalau ternyatan masih belum bisa diselesaikan, kami akan panggil Dishub untuk melakukan hearing, dan meminta langsung kepada Dishub untuk segera selesaikan masalah kemacetan,” tandasnya. (zck)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s